Country  Items Collections Institutions     Feedback

Language

Share your feedback!

We would like to hear from you. Let us know what you think of the ASEAN Cultural Heritage Digital Archive(ACHDA) so that we can continue to give you an enriching experience as we seek to make further improvements to the website.
  1 2 3 4 5
User Interface/Ease of Use (in general)
Presentation of content
Usefulness of content
Ease of using 3D functionality

Your feedback has been submitted

Failed to send feedback. Please try again later.

Jakarta History Museum
Collections 1
Items 10

Jakarta History Museum is best described as the most favorite and most visited museum in Jakarta. It is located in the Old Town area (known as Kota Tua), West Jakarta. Having a neoclassical architectural style, this museum looks incredibly magnificent from the outside as well as the inside. As one of the hidden gems in Jakarta, this museum serves lots of history, was officially opened as Jakarta History Museum on March 30th, 1974 by Ali Sadikin, Jakarta History Museum became one of the oldest museums in Jakarta. The building itself was built as a City Hall on January 25th, 1707 under the reign of Joan van Hoorn, the 17th East Indie Governor-General, and finished three years later on July 10th, 1710 under the reign of Abraham van Riebeeck. He assumed the post of governor-general until his death on November 17th, 1713. Abraham van Riebeeck was the governor-general who inaugurated the Stadhuis or City Hall in 1712. Along with the long period of time, the Jakarta History Museum is always striving to become a representative museum for a city’s history and educate future generations in such an informative way. The collection tells the cultural history of Jakarta from the prehistoric village, ancient Hindu-Buddhist and Islamic Kingdom port, VOC’s headquarter, until the Capital of Republic of Indonesia. Museum Sejarah Jakarta digambarkan sebagai museum paling favorit dan paling banyak dikunjungi di Jakarta. Terletak di kawasan Kota Tua (dikenal sebagai Kota Tua), Jakarta Barat. Bergaya arsitektur neoklasik, museum ini terlihat luar biasa megah dari bagian luar maupun dalam. Sebagai salah satu permata tersembunyi di Jakarta, museum ini menyimpan banyak sejarah, diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Ali Sadikin, Museum Sejarah Jakarta menjadi salah satu museum tertua di Jakarta. Bangunan Museum Sejarah Jakarta dibangun sebagai Balai Kota pada tanggal 25 Januari 1707 di bawah pemerintahan Joan van Hoorn, Gubernur Jenderal Hindia ke-17, dan selesai 3 tahun kemudian pada tanggal 10 Juli 1710 di bawah pemerintahan Abraham van Riebeeck. Ia menjabat sebagai gubernur jenderal sampai kematiannya pada 17 November 1713. Abraham van Riebeeck adalah gubernur jenderal yang meresmikan Stadhuis atau Balai Kota pada tahun 1712. Seiring dengan perjalanan waktu yang cukup lama, Museum Sejarah Jakarta selalu berupaya untuk menjadi museum yang representatif bagi sejarah kota dan mencerdaskan generasi penerus dengan cara yang informatif. Koleksinya menceritakan sejarah budaya Jakarta mulai dari desa prasejarah, pelabuhan Hindu-Buddha kuno dan Kerajaan Islam, markas VOC, hingga Ibukota Republik Indonesia. Website: https://dinaskebudayaan.jakarta.go.id/museum-sejarah Email: museumsejarah@yahoo.com Instagram: @museumkesejarahan Facebook: Musejak Youtube: Museum Kesejarahan Jakarta

Collections 1